Rabu, 08 April 2015

Sekeping hati yang penuh luka
Serpihanya yang tak lagi ber asa
Bait-bait hari yang tercipta kian buatku tersiksa
Aku sendiri dalam kehampaan jiwa
Pernah kucoba berdiri menggapai angan hendak berpegang
Tertatih ku bertahan meski pada akhirnya aku lunglai jatuh tersungkur dan tak sanggup bertahan
Aku lemah aku tak berdaya akankah ada asa yang kembali sanggup kucipta?
Nyatanya hanya selembar kertas yang tetap setia saat aku tak lagi memiliki segalanya
Aku sendiri benar-benar sendiri saat ini hanya berteman malam berkabut sepi
Hingga tiba saatnya nanti saat dimana malam juga akan pergi
Tinggalkan aku disini sendiri sekali lagi
Asaku yang tak lagi bermakna.Asaku yang tak lagi berguna.Asaku yang tak lagi penuh warna.Asaku yang tak lagi ada
Aku hanyalah seonggok sampah bernyawa.Apakah aku berharga?????????
Aku yang pernah berharap padanya.Dia yang pernah menghadirkan tawa.Dia yang pemah datang menawarkan perban untuk membalut luka.Dia yang pernah berkata "Aku disii untukmu".
Hingga akhirnya rahasia itu terbuka.Aku terluka berkali-kali lipat dari yang pernah ada.
Kau begitu tega menabur butir-butir garam diatas serpihan hatiku yang penuh luka.
Pernah kah kau pikirkan rasaku sedetik saja??
Kau tenggelamkan aku dalam lautan cintamu tapi tak pernah sekali saja kau mencoba menggangkatku dari dasarnya
mereka yang sekalipun tidak pernah terlihat menangis sejatinya adalah orang-orang yang hidupnya terlalu sering berbaur dengan luka,air mata bukan lagi cara mereka untuk menunjukan betapa mereka sakit.