Kamis, 05 Maret 2015

RUMAHKU

Ruamhku tak lagi ber atap,panas matahari dan basah air hujan tak lagi tertahan
Rumahku tak lagi berselimut kehangatan
Rumahku bukan tempat untuk ku tumpahkan air mata dan tawa
Rumahku hanya seonggok bangunan tanpa nyawa


Tiada lagi tempat berlindung.tiada lagi yang tersisa
Tiada lagi telinga yang akan mendengar kisahku
Kehangatanya,bahaguanya hanya serpihan kenanangan usang bak fatamorgana
Kini yang tersisa hanya ungkapan amarah,cambuk kecewa dan dengki tak berujung

Mata hati dan telinga telah kebas
Tawa dan tangis tak lagi sanggup kurasa
Aku patung bernyawa yang tak lagi memiiki indra
Runahku hanya susunan papan yang tak berguna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar