Betapapun aku merindu aku hanyalah kertas usang yang terbuang
Tinta emas yang pernah kau ukir diatasnya kini tak ubahnya hanya coretan tak bermakna
Betaapun indahnya bunga krisan yang dulu kau tanam kini hanyalah ilalang sepi tak berteman
Aku pernah meneguk manisnya madu cinta yang kau tuang aku terlena karnanya
Tak pernah kusadari itu hanyalh pemanisnya semata dan bukan madu yang sesungguhnya
Kini setelah aku mengerti aku telah terjatuuh terlalu dalam
Aku kecewa aku terluka karenanya
Namun betapun aku menaruh dendam aku takkan pernah sanggup menepisnya
Menepis cinta yang telah terlanjur tertanam dan berakar dijiwa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar